Blogroll
Jumat, 19 September 2014
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
“Betapa banyak orang yang mencelakakan anaknya—belahan hatinya—di dunia dan di akhirat karena tidak memberi perhatian dan tidak memberikan pendidikan adab kepada mereka. Orang tua justru membantu si anak menuruti semua keinginan syahwatnya. Ia menyangka bahwa dengan berbuat demikian berarti dia telah memuliakan si anak, padahal sejatinya dia telah menghinakannya. Bahkan, dia beranggapan, ia telah memberikan kasih sayang kepada anak dengan berbuat demikian. Akhirnya, ia pun tidak bisa mengambil manfaat dari keberadaan anaknya. Si anak justru membuat orang tua terluput mendapat bagiannya di dunia dan di akhirat. Apabila engkau meneliti kerusakan yang terjadi pada anak, akan engkau dapati bahwa keumumannya bersumber dari orang tua.” (Tuhfatul Maudud hlm. 351)
Beliau rahimahullah menyatakan pula,
“Mayoritas anak menjadi rusak dengan sebab yang bersumber dari orang tua, dan tidak adanya perhatian mereka terhadap si anak, tidak adanya pendidikan tentang berbagai kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya. Orang tua telah menyia-nyiakan anak selagi mereka masih kecil, sehingga anak tidak bisa memberi manfaat untuk dirinya sendiri dan orang tuanya ketika sudah lanjut usia. Ketika sebagian orang tua mencela anak karena kedurhakaannya, si anak menjawab, ‘Wahai ayah, engkau dahulu telah durhaka kepadaku saat aku kecil, maka aku sekarang mendurhakaimu ketika engkau telah lanjut usia. Engkau dahulu telah menyia-nyiakanku sebagai anak, maka sekarang aku pun menyia-nyiakanmu ketika engkau telah berusia lanjut’.” (Tuhfatul Maudud hlm. 337)
(Diambil dari Huququl Aulad ‘alal Aba’ wal Ummahat hlm. 8—9, karya asy-Syaikh Abdullah bin Abdirrahim al-Bukhari hafizhahullah)
Buku ini diterangkan secara bab demi bab yang dijelaskan point per point secara sederhana dan singkat, sehingga pembaca tidak harus membutuhkan waktu lama untuk membaca per pointnya.
Setiap akhir bab Beliau menuliskan rehat yang berisi kesimpulan singkat dari bab yang dibahas.
Selain itu buku ini syarat dengan makna-makna kehidupan, syair-syair dari sastrawan terkenal, dan juga nasihat-nasihat dari beberapa ulama.
Terkadang ada beberapa kata-kata yang sulit dimengerti dan cerita-cerita yang hanya diambil sebagian penting, sehingga membuat pembaca merasa ada yang kurang.
Isi buku:
Setiap orang pasti mengalami kesedihan. Entah karena kehilangan pekerjaan, kehilangan orang yang dicintai ataupun karena banyak hutang. Buku ini bisa akan memberikan solusi bagaimana mengatasi kesedihan tersebut dan kalaupun kita masih bersedih, tidak sampai berlarut-larut.
Salah satu penulis islam yang lahir dengan nama lengkap Dr. `Aidh Abdullah bin `Aidh al-Qarni (Nama al-Qarni diambil dari dari daerah asalnya di wilayah selatan Arab Saudi). Sedikit banyak telah membuat umat muslim terperanjak untuk bangkit dari kesedihan dengan kitabnya “La Tahzan”.
Kitab yang dikarang pada saat ia berada dibalik jeruji besi itu, telah mendapat tempat tersendiri dihati kaum muslim.
Hal ini terbukti, Buku La Tahzan telah diterbitkan oleh puluhan penerbit dan mencapai angka penjualan fantastis, serta diterjemahkan ke dalam 29 bahasa dunia.
Nah, bagi yang ingin menikmati Buku La Tahzan, silahkan klik di sini
Sumber : http://indoking.blogspot.com/
Kamis, 18 September 2014
Download MP3 Murottal Alquran 30 juz lengkap dengan
terjemahan bahasa Indonesia saat ini bisa anda download melalui Byanvika
Blog ini, dengan mendengarkan MP3 murottal Alquran beserta terjemahannya
diharapkan akan lebih memudahkan kita untuk bisa memahami isi yang terkandung
didalam Alquran,
terutama bagi kita yang kurang memahami bahasa Arab.
Mp3 Alquran dan terjemahan dalam bahasa indonesia yang akan saya share ini
dibaca oleh Imam Mishary Rashid Alafasy, seorang Imam Qori' yang berasal dari kuwait
dan sudah terkenal akan kemerduan suaranya yang khas.
Berikut MP3 Alquran beserta terjemahannya dalam bahasa
indonesia
Semoga bermanfaat .
Sabtu, 13 September 2014
Kitab tafsir ibnu katsir merupakan karya terbaik dan paling populer dari ismail bin katsir diantara karya tulis beliau yang lain, kitab tafsir karya beliau sangat terkenal dikalangan umat islam dan merupakan kitab tafsir Alquran yang paling banyak dicari.
Ismail bin katsir menulis dan menyusun kitab tafsir Alquran yang lebih dikenal dengan tafsir ibnu katsir, kitab tafsir beliau sampai saat ini masih merupakan kitab tafsir Alquran rujukan dalam dunia islam.
Silahkan Klik disini
Semoga Bermanfaat .
Rabu, 10 September 2014
Hal ini dilakukan ketika kita lupa dengan nomor hp sendiri. Langsung saja simak caranya di bawah ini:
Telkomsel (Simpati dan AS):
Ketik : *808# Call
Kartu XL:
Ketik : *123*7*3*1*1# kemudian tekan tombol Call
Kartu Indosat ( Im3 dan Mentari ):
Ketik : *777*8# kemudian tekan tombol Call
Kartu Axis:
Ketik : *2# kemudian tekan tombol Call
Kartu Three:
Ketik : *998# kemudian tekan tombol Call
Kartu Smartfren:
Ketik : *551# kemudian tekan tombol Call
Kartu Flexi:
Ketik : INFO lalu kirim ke 678
Untuk Operator CDMA Hp Flexi, ESIA, StarOne, SMART dan FREN bisa kita gunakan bantuan HP Nokia type CDMA :
Ketik : *3001#kode pengaman#.
Contoh : *3001#12345# Lalu tunggu sampai keluar Menu, pilih NAM1 kemudian geser kebawah pilih “Own number (MDN)”.
Maka akan terlihat nomer pribadi kartu Anda.
Semoga dapat bermanfa'at
Cara Mendownload Aplikasi Android dari Google Play Melalui PC/Komputer
Melalui Google Play sobat memang bebas mengakses semua aplikasi dan permainan yang ada.
Namun sayang, untuk mendownloadnya masih harus melalui sambungan perangkat Android yang digunakan dengan Google Account.
Dan terkadang kita berfikir ratusan kali ketika ingin mendownload file APK Android di Google Play Store melalui smarphone jika filenya berukuran besar mengingat harga paket internet mahal dan ingin hemat quota.
Dalam benak sobat pasti terlintas seandainya saja ada cara untuk mendownload file tersebut Melalui PC atau Komputer. Ada kok sobat! Aplikasi dari Google Play dapat didownload melalui komputer dengan mengikuti tutorial dari Indoking ini. Jika download melalui komputer, selain kecepatannya lebih cepat, file APK yang didownload bisa Sobat simpan sebagai backup.
Download File APK dari Google Play Lewat Komputer
Download File APK via PC
Berikut langkah-langkah tentang Cara Mendownload Aplikasi Android dari Google Play Melalui PC/Komputer:
1. Buka halaman Google Play Store melalui link https://play.google.com/store.
2. Pilih Aplikasi/Game yang ingin sobat download.
3. Copy URL Aplikasi/Game tersebut yang berada di Address bar. Silahkan sobat lihat contoh gambar di bawah ini yang ditandai warna merah.
Download File APK dari Google Play Lewat Komputer
4. Selanjutnya sobat buka situs APK Downloader.
5. Paste URL Aplikasi/Game tadi pada kolom yang disediakan, kemudian klik "Generate Download Link".
Download File APK dari Google Play Lewat Komputer
6. Akan muncul informasi rincian dari aplikasi tersebut, jika dirasa benar, sobat dapat melanjutkan ke proses download dengan mengklik tombol "Click here to download" yang berwarna hijau.
Download File APK dari Google Play Lewat Komputer
Jika proses download sudah selesai, sobat tinggal memindahkan file yang didownload tadi ke smartphone atau perangkat Android milik sobat. Oh ya, aplikasi dan game yang bisa didownload menggunakan bantuan APK Downloader ini hanya yang Free alias Gratis, untuk yang berbayar sayangnya tidak bisa. Sekian Tutorial Cara Mendownload Aplikasi Android dari Google Play Melalui PC/Komputer
Semoga dapat bermanfaat.
http://indoking.blogspot.com/
6 Tips Melindungi Perangkat Android dari Program Jahat
Tingkat adopsi perangkat mobile terus meningkat, dan Android memimpin sebagai sistem operasi mobile paling laris. Basis pengguna yang besar ini menarik perhatian penjahat siber untuk melakukan aksi pencurian data dengan menyisipkan program jahat (malware) dalam sebuah aplikasi digital.
Bukan tidak mungkin para penjahat siber dapat melakukan pencegatan pesan, memonitor panggilan telepon, mencuri informasi pribadi, bahkan menyadap mikrofon ponsel Anda.
Ponsel atau tablet saat ini telah seperti komputer pribadi, tempat di mana pengguna menyimpan data-data yang sifatnya pribadi. Untuk melindungi data-data tersebut, ada baiknya Anda mengambil langkah untuk menghindarinya. Berikut tipsnya:
Unduh dari toko aplikasi resmi
Sangat penting mengunduh aplikasi Android yang bersumber dari toko aplikasi resmi dan punya kredibilitas dalam hal keamanan, seperti Google Play Store, Amazon, Samsung atau dari toko aplikasi yang disediakan perusahaan operator telekomunikasi.
Tim pengelola toko aplikasi tersebut diharapkan telah melakukan evaluasi atas setiap aplikasi yang mereka publikasi. Jika ditemukan ada program jahat dalam aplikasi, mereka akan meminta pengembang untuk menghilangkannya atau bahkan tidak memberi izin publikasi.
Aplikasi mencurigakan
Meski ada di toko aplikasi resmi, namun Anda harus tetap waspada karena terkadang ada aplikasi gadungan yang seakan terlihat seperti aplikasi asli.
Contohnya adalah aplikasi yang mengatasnamakan BlackBerry Messenger (BBM) untuk Android yang muncul di Google Play Store pada September 2013. Aplikasi tersebut dipastikan palsu, dan anehnya, sebanyak 100 ribu orang terkecoh karena telah mengunduhnya. Aplikasi itu tak lebih dari sebuah layanan spamming.
Ini membuktikan bahwa perusahaan sekelas Google pun, kurang memberi perhatian atas aplikasi yang dipublikasi di Play Store. Aplikasi gadungan di Play Store sempat memiliki jumlah cukup banyak, bukan hanya satu atau dua buah.
Jika Anda menemukan sebuah aplikasi yang mencurigakan, seperti BBM gadungan di atas, sebenarnya ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengantisipasinya. Lihatkan nama perusahaan/pengembang/penerbit yang merilisnya. Aplikasi BBM sudah pasti dirilis oleh BlackBerry Limited, sebagai pemegang merek BlackBerry dan BlackBerry Messenger.
Selain itu, sebaiknya Anda juga membaca ulasan atas aplikasi yang dinilai mencurigakan. Jika semua ulasan memuji-muji secara berlebihan, atau struktur bahasanya kurang lebih sama, Anda patut curiga padanya. Karena, bisa jadi itu adalah tipuan belaka dari penjahat siber.
Hindari aplikasi bajakan
Ahli keamanan Bogdan Botezatu, dari BitDefender, memperingatkan bahaya yang ditimbulkan dari sebuah aplikasi bajakan dari sumber atau toko aplikasi yang tidak jelas.
Menurut Botezatu, para penjahat siber mampu mengambil paket aplikasi Android yang sah (dengan format .APK), lalu menyusupi program jahat dalam aplikasi tersebut dengan proses yang relatif sederhana.
Kebanyakan aplikasi bajakan, atau yang didapat dari sumber yang tidak jelas, mengandung beberapa bentuk program jahat. Selain itu, pembajakan juga merupakan bentuk tidak menghormati hak cipta pembuat aplikasi.
Pengaturan
Google sebenarnya telah menyediakan sejumlah pengaturan pada sistem operasi Android untuk mencegah serangan berbahaya. Android versi 2.2 (Froyo) dan versi di atasnya, pada dasarnya telah menyediakan fasilitas untuk memindai program jahat.
Ketika Anda mengunduh dan memasang aplikasi dari sumber tidak resmi, Android memberi peringatan atas setiap potensi ancaman. Bagi perangkat Android yang menjalankan sistem operasi versi 4.1 atau lebih tinggi, dapat mengakses fitur tersebut dengan masuk ke Settings / Security / Verify apps.
Selain itu, perangkat yang menjalankan Android versi 4.2 atau lebih tinggi juga dilindungi dari biaya SMS premium. Akan muncul pemberitahuan jika ada sebuah aplikasi yang mencoba untuk mengirim pesan teks menggunakan layanan premium, di mana Anda dapat menentukan apakah akan menyetujui atau menolaknya. Fitur ini sudah ada di sistem operasi Android dan tidak perlu diaktifkan.
Software updates
Jika tersedia pembaruan perangkat lunak (software) pada ponsel Anda, pastikan lah mengunduh dan memasangnya. Google atau vendor akan terus mendorong pembaruan perangkat lunak Android untuk memperbaiki celah, meningkatkan performa, dan menambah fitur baru agar membuat perangkat lebih aman.
Untuk memeriksa pembaruan perangkat lunak ini, Anda masuk ke Settings / About phone atau About tablet / System Updates.
Aplikasi antivirus
Google Play Store juga merupakan rumah bagi ratusan aplikasi antivirus yang menawarkan tambahan lapisan keamanan. Jika mencari dengan kata "antivirus" di Play Store, Anda akan menemukan lebih dari 250 aplikasi.
Perusahaan seperti Avast, AVG, BitDefender, Kaspersky, Sophos, Symantec (Norton), dan TrendMicro, merupakan perusahaan dan merek terpercaya di industri serta punya pengalaman panjang untuk urusan perangkat lunak antivirus.
Selain itu, pendatang baru Lookout dan TrustGo juga berhasil membangun nama mereka sebagai aplikasi antivirus untuk Android. Lembaga keamanan AV-Test pada awal 2013 menempatkan Lookout dan TrustGo sebagai aplikasi antivirus yang baik untuk Android .
Copast http://indoking.blogspot.com/
Rabu, 03 September 2014
Bismillahirrahmanirrahiim....
Coretan ini dibuat sebagai materi pembelajaran pribadi khususnya.
Mudah-mudahan ada pelajaran yang bisa dipetik oleh kita semua.
Agar kita sama-sama bisa mengingat dan belajar kembali tentang
beberapa etika yang sering terlupa ketika berkomentar dan menulis.
Penulis persempit lagi dalam scope dunia maya, mengingat poin yang
akan dibawakan banyak terkait dengan kehidupan dunia maya yang sarat dengan
komunikasi tulisan.
1. Pentingnya klarifikasi pemahaman
Ketika berinteraksi dalam dunia maya, kita hanya banyak
berkomunikasi dan berdialog lewat tulisan. Tulisan pada dasarnya merupakan
representasi dari buah pikiran dan duta lidah, ketika lisan dalam artian
sebenarnya tidak mungkin berkata.
Bagi pembaca:
Coba kita mengulangi membaca tulisan tersebut dengan benar, teliti
dan seksama. Lalu mengendapkan maksud perkataan tersebut sehingga kita bisa
menyelami alam pemikiran sang penulis.
Seringkali kita terburu-buru baru
membaca sekilas, atau bahkan sepotong-potong dan belum dapat menangkap makna
keseluruhan yang dimaksud penulis, langsung membuat konklusi akhir dan
mengultimatum “dar der dor” berkomentar.
Baik kiranya jika kita berlatih
membiasakan mengklarifikasikan ulang apa yang dimaksud oleh si pembuat tulisan
dengan bertanya dan memenuhi segala adabnya.
Di antara adabnya adalah tidak
menghakimi; santun dan sopan, mengingat ranah tulisan sangat berpotensi membuka
peluang perbedaan persepsi antara si pembuat tulisan dan pembaca.
Bisa jadi si
pembaca memiliki persepsi subyektif atas pemahaman pemikirannya yang ternyata
sangat bertolak belakang dengan maksud yang dikehendaki oleh si pembuat
tulisan, karena setiap orang memiliki tingkat pemahaman dan kualitas ilmu yang
berbeda.
Baiklah, bisa jadi kita pemahaman kita sama dengan apa yang
dimaksud penulis, atau mungkin Allah telah menganugrahkan kepada kita sebuah
kecerdasan berupa mudahnya memahami dan menggali maksud perkataan orang lain.
Akan tetapi, tidak ada salahnya kita mencoba mengulangi dan menanyakan kembali
apakah memang demikian yang dimaksud penulis, terlebih pada perkara yang
sensitif dan bisa memberikan pemahaman yang ambigu, baik itu tentang agama
ataupun urusan dunia. Karena kita tidak selalu diharuskan menanyakan kembali
untuk meyakinkan apa yang dimaksud penulis, jika memang mafhuum-nya sudah
sedemikian gamblang dan jelas.
Maka sekali lagi, budayakanlah kebiasaan bertanyalah pada si
pembuat tulisan tentang maksud yang dimaui oleh penulisnya (dengan santun dan
tidak menghakimi tentunya). Semisal, “Apakah maksud Anda/ukhti/saudari begini?”
Bagi penulis:
Berkaca dari realita, bahwa setiap manusia dengan berbagai latar
belakang yang dimilikinya, memiliki kerangka pemahaman yang bisa jadi berbeda
terhadap sesuatu. Oleh karena itu, akan jauh lebih baik jika kita ditanya
tentang suatu perkara yang kita tulis, .bantulah si penanya dengan cara
menjelaskan dengan baik (tanpa banyak menghakimi, merendahkan, menghina,
apalagi berkata yang cukup sinis seolah-olah sedang “mencocok hidung” orang)
kepadanya untuk memahami apa yang kurang jelas baginya.
2. Menghindari sikap mudah menghakimi
Janganlah kita bermudah-mudahan menjadi pribadi yang mudah
mengkhakimi, yang mudah menjatuhkan “vonis” miring demikian dan demikian kepada
orang lain. Mengapa kita tidak bermudah-mudahan berprasangka baik, membuat
sebegitu banyak udzur dan membawa kelakuan dan perkataan orang lain ke pikiran
positif dan kemungkinan terbaik? Selain itu membuahkan pahala, sesuai dengan
syariat, tentu itu lebih menentramkan hati kita dan hati orang lain. Sebagaimana
Anda tidak suka disudutkan demikian dan demikian kendati jika benar itu ada
pada diri Anda (terlebih jika Anda tidak merasa demikian), maka janganlah
berbuat begitu kepada orang lain.
‘Umar bin Khaththab berkata, “Jangan menyangka buruk terhadap
saudaramu apabila masih mungkin dimaknai dengan makna yang baik”.
Imam Muhammad bin Sirin berkata, “Jika sampai kepadamu berita
miring tentang saudaramu maka cobalah carikan uzur baginya. Jika tidak
mendapartkan maka katakanlah mungkin ia memiliki alasan [yang belum
kuketahui-ed]. Karena ketika kamu mencarikan alasan untuk saudaramu maka jiwamu
akan terhaindar dari sikap buruk sangka dan dampak buruknya sehingga kamu tidak
akan mencacinya” [1]
3. Meluruskan yang “bengkok” dengan lembut, santun, hikmah dan
sabar
Meluruskan sesuatu, baik terkait dengan perkara dunia terlebih
pada perkara din hendaknya dilakukan dengan lembut, santun, hikmah dan sabar,
terlebih jika kita sudah menginjak pada stase berdakwah yang memang ada
ketentuan adab dan metodenya di dalam syariat.
Sedikit menyinggung tentang metode berdakwah, tongkat ketegasan
bahkan disertai sikap yang tidak lagi lembut dalam berdakwah seperti hajr
(memboikot;mendiamkan) dan lain-lain, barulah digunakan ketika ada mashlahat
yang diraih dengan cara demikian. Dahulu pun, ketika Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam menerapkan metode dakwah yang tidak lagi lembut seperti
menegur dengan keras ketika Beliau marah dalam perkara agama, dan bahkan
meng-hajr, itu ditujukan bagi sebagian sahabat dengan melihat kesalahan dan
mashlahat yang ditimbulkan ketika diterapkan cara yang tidak lagi lemah lembut.
Kita semua kiranya tahu bahwa hukum asal dakwah adalah dengan nasihat yang
baik, perkataan lembut dan hikmah. Apalagi kita di sini adalah wanita, yang
sesuai dengan fitrah adalah makhluk yang halus jiwanya. Maka diharapkan dakwah
dengan lembut cenderung lebih disukai, lebih diterima dan membekas di dalam
jiwa wanita.
Kebenaran itu pun sudah bersifat pahit dan berat bagi jiwa
kebanyakan orang, apakah kita akan menambah pahit dan beratnya itu dengan sikap
kita yang kasar, semena-mena dan tidak berbudi dalam berdakwah yang akan
membuat orang lari dari dakwah salafiyyah?
4. Seni mengkritik
Setiap individu bisa jadi memiliki porsi karakter yang berbeda
dengan lainnya. Oleh karena itu, cara menasihati dan mengkritik kesalahannya
pun seringkali berbeda. Akan tetapi, terlepas dari tinjauan itu semua, kiranya
akan jauh lebih baik apabila kita memberikan saran dan kritik yang membangun
bagi orang lain, bukan malah menghancurkannya. Kita tidak menutup mata bahwa
ada orang yang tidak mau dikritik bagaimanapun cara mengkritiknya, dan
orang-orang yang enggan dikritik *malah meradang* itu , kita sisihkan sejenak
dari pembahasan kita. Kebanyakan, jiwa lebih menyukai sesuatu yang diungkapkan
dengan baik, lembut, hingga itu mengena di jiwanya. Kritikan yang membangun
bukanlah semacam pelor yang kita muntahkan dari lisan kita, hingga kita bebas
lepas membordardir seseorang dengan perkataan pedas yang kita berikan.
Alih-alih berubah, malah bisa jadi dia tambah mengkeret dan tutup telinga
karena jiwanya terlanjur begitu tersakiti, dan hatinya pun tersinggung akibat
perkataan kita.
Sama halnya dengan berdakwah, mengkritik pun selayaknya dilakukan
dengan santun dan tidak menjatuhkan harga diri yang dikritik.
5. Bertindak dengan ilmu
Point kelima ini, penulis lebih menitikberatkan pada hal agama,
meskipun ini juga banyak terkait dengan ilmu yang lain, sehingga orang
selayaknya tidak asal ceplos saja ketika menjabarkan sesuatu. Lain halnya ketika
memang subjek pembicaraannya cenderung ringan dan tidak terkait dengan perkara
agama atau perkara yang membutuhkan ilmu, hingga memungkinkan opini pribadi
bahkan bersifat subyektif bermain di dalamnya.
Apabila kita memiliki ilmu agama, tentunya berdasarkan pemahaman
As-Salaf Ash-Shalih, cukupkanlah saja untuk menyampaikan sekadar yang kita tahu
dan jauhi berkata tentang agama tanpa ilmu. Terlebih jika kita sudah merambah
ke hukum syariat. Tentunya kita takut dan senantiasa berlindung dari kesyirikan,
dengan membuat atau merubah hukum syariat dan menjadikan Allah sebagai
tandingan karena Allah adalah satu-satunya pembuat syariat. Wal’iyaadzubillaah.
Oleh karena itu, sekali lagi hendaknya kita pertimbangkan dan filter lah dahulu
komentar kita. Bukankah itu akan dihisab dan dipertanggungjawabkan nantinya?
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ
وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًۭا
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati,
semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.” (Qs. Al-Isra’ : 36)
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّىَ ٱلْفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ وَٱلْإِثْمَ وَٱلْبَغْىَ
بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا۟ بِٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ
بِهِۦ سُلْطَٰنًۭا وَأَن تَقُولُوا۟ عَلَى
ٱللَّهِ مَا لَا
تَعْلَمُونَ
“Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik
yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia
tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu
yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan
terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui (berbicara tentang Allah tanpa
ilmu)” (Qs. Al-A’raf:33)
Dari Sa’id bin Musayyab rahimahullah, bahwa ia melihat seseorang
mengerjakan lebih dari dua rakaat shalat setelah terbit fajar. Lalu beliau
melarangnya. Maka orang itu berkata, “Wahai Sa’id, apakah Allah akan menyiksa
saya karena shalat?”, lalu Sa’id menjawab :”Tidak, tetapi Allah akan menyiksamu
karena menyalahi sunnah”
(SHAHIH. HR Baihaqi dalam “As Sunan Al Kubra” II/466, Khatib Al
Baghdadi dalam “Al Faqih wal mutafaqqih” I/147, Ad Darimi I/116)[3]
6. Si sen-C dan cenderung emosional
Kita memang wanita, yang secara kodrati penuh dengan kebengkokan,
cenderung berpikir dan bertindak dengan emosi. Terlebih kalau nyatanya kita
termasuk pribadi yang sensitif, yang seringkali memaknai perkataan dan tulisan
orang lain atas dasar buah pemikiran kita sendiri. Kita pun masih dalam tahap
belajar dalam segala aspek. Ya belajar mengilmui, belajar mengamalkan,
mendakwahkan serta bersabar di atas semuanya itu. Maka, tidak bisa dibenarkan
bahwa keadaan kodrat kita yang memang “bengkok” itu dijadikan tameng untuk
bermudah-mudahan bertindak berdasarkan emosi kita.
Apabila nyatanya kita terpancing emosi lawan bicara kita,
Tahan lidah kita untuk membalas perkataannya dengan cacian,
hujatan, kecaman dan perkataan negatif lainnya. Jika kita tidak bisa mengatakan
yang baik, maka diamlah saja.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah
shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah
dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman
kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan
barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia
memuliakan tamunya” (HR.Bukhari dan Muslim)
Bersikaplah tenang dan lakukanlah adab ketika marah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Ada seorang
lelaki yang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berikanlah
wasiat kepadaku”, maka beliau bersabda, “Janganlah kamu marah”. Lalu dia
mengulangi permintaannya beberapa kali, akan tetapi beliau tetap saja menjawab,
“Janganlah kamu marah” (HR. Bukhari).
Marah terbagi menjadi dua: Ada yang terpuji dan ada yang tercela.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun pernah marah. Akan tetapi, Beliau marah
karena Allah, bukan karena marah mudah terpancing emosi -terlebih akibat
perkara dunia- seperti kita.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada
surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang
yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu
lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memberi maaf
orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Al
Imran: 133-134)
Apabila kita marah…ber-ta’awwudz saja, lalu wudhu, dan berganti
posisi.[2]
Hawa nafsu sebagai sesembahan?
Sudah menjadi keharusan bagi kita untuk selalu berusaha
mengenyahkan hawa nafsu kita dan berpegang teguh pada syariat. Di antara celah
yang mungkin menggelincirkan wanita ke dalam jebakan setan dan menyeret dia ke
siksa neraka, adalah lewat emosinya. Mengerikan sekali dan kita berlindung dari
godaan syetan dan hawa nafsu, yang bisa menjerumuskan kita bahkan hingga
tingkat ekstrim yakni menjadikan hawa nafsu sebagai sesembahan kita.
Wal’iyaadzubillaah. Allah berfirman,
أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍۢ مِّن رَّبِّهِۦ كَمَن زُيِّنَ لَهُۥ
سُوٓءُ عَمَلِهِۦ وَٱتَّبَعُوٓا۟أَهْوَآءَهُم
“Maka apakah orang yang berpegang dengan keterangan (hujjah yang
datang dari Rabbnya sama dengan orang yang (setan) menjadikan dia memandang
baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?” (Qs.Muhammad:14)
Allah berfirman,
أَفَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ
عَلَىٰ عِلْمٍۢ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِۦ
وَقَلْبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ
غِشَٰوَةًۭ فَمَن يَهْدِيهِ مِنۢ بَعْدِ ٱللَّهِ ۚ أَفَلَا
تَذَكَّرُونَ
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya
sebagai sesembahannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah
telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas
penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah
(membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (Qs.
Al-Jaatsiyah:23)
7.Masukan bagi siapapun yang akan menulis (penulis)
Pemahaman dan sudut pandang orang seringkali berbeda dalam
menyikapi sebuah tulisan. Oleh karena itu, seyogyanya seorang penulis juga
memperhatikan kondisi para pembaca. Ketika menulis, ada baiknya bertanya kepada
diri sendiri, “Kira-kira kalau ada orang awam yang membaca begini, paham tidak
ya maksudnya?“. Dengan begitu, dia akan berusaha mencari diksi kata untuk
mendekatkan maksud apa yang dikehendaki sebisa mungkin, dan menghindarkan orang
lain dari pemahaman yang keliru. Sikap seperti termasuk salah satu adab dalam
berdakwah yakni berdakwah dengan memperhatikan kondisi obyek dakwah baik dari
segi latar belakang agama, pendidikan atau yang lainnya. Sudah berusaha
didekatkan saja, bahkan diulang, di bawahnya ditulis lagi agar tidak kontradikitif,
untuk lebih menjelaskan, terkadang pembacanya belum bisa menyamakan persepsi
dengan penulis.
Penulis juga mengharap terbukanya pintu maaf bagi orang-orang yang
merasa poin-poin di atas pernah saya lakukan. Penulis sedang berusaha dan
belajar. Jadi, mari kita sama-sama saling mengingatkan. Wallaahu a’lam.
Note ini di Copast dari salah satu sumber
Langganan:
Postingan (Atom)







